
Film X-men:
First Class memiliki alur cerita
yang sangat kental dengan politik. Dalam film ini, sutradara menegaskan agar
terwujudnya Perang Dunia ke-3. Dengan menggembor.gemborkan perang nuklir antara
Amerika dan Rusia. Konspirasi jelas terlihat di antara perseteruan ini. Dengan
Sebastian Shaw sebagai antagonis utama, sosok yang memakai teori Darwin dan
teori Einsten.
Meskipun sutradara tidak mencantumkan
nama-nama Charles Darwin dan Albert Einsten secara langsung, namun film ini lebih cenderung menyoroti “buah
karya” Einsten sendiri yaitu bom atom, seperti yang dikatakan oleh Sebastian Shaw
dalam film ini :
“We are the children of the Atom..What will kill the humans, will
only make us stronger.” (Kita adalah anak-anak Atom..Apa yang membunuh manusia,
hanya akan membuat kita lebih kuat).
Dalam film ini,
provokasi untuk melangsungkan Perang Dunia ke-3 sangat jelas. Sebastian disini
mengambil peran dalam mengadu domba antara Rusia dan Amerika agar terjadi
perang nuklir antar mereka. Sebastian memainkan dua peran dari kedua belah
pihak dan berhasil memaksa kolonel Hendry, jajaran militer Amerika Serikat
untuk menyetujui proposal peletakan rudal “Jupiter” milik Amerika Serikat di
Turki.
Selain itu,
Sebastian juga mampu mengintimidasi kebijakan militer Rusia untuk menempatkan
nuklir mereka di Cuba, karena daerah tersebut strategis dan dekat dengan
Florida. Semua itu ia lakukan untuk membumi-hanguskan ras manusia hingga
generasi Mutant dapat menjadi penguasa.
“Saya telah menyatakan bahwa Utilitarianisme dapat
membenarkan dikorbankannya anggota-anggota masyarakat yang lemah dan yang tidak
populer demi keuntungan mayoritas. Tetapi, Utilitarianisme juga diapakai
untuk menyerang mereka yang memegang hak istimewa secara tidak adil dengan
mengorbankan kelompok mayoritas.” Will Kymlicka (2004:61)
Film ini juga
ingin menyampaikan pesan mengenai upaya penekanan jumlah manusia di bawah titik
setengah milyar melalui perang nuklir.
Dalam film ini,
kita akan diperkenalakan dengan anak kecil yang bernama Erik Lensherr dengan
lokasi cerita di Polandia tahun 1944. Film ini mengisahkan bagaimana Erik
menjalani kehidupannya. Kita akan membahas terkait pesan-pesan tersembunyi yang
diperankan oleh Erik dan pemain lainnya, baik itu pesan ucapan, kalimat,
tindakan, maupun simbol.
Di permulaan
film, kita akan diperlihatkan dengan simbol Heksagram yang terdapat pada baju
Erik. Logo Heksagram adalah plakat resmi Zionisme Internasional. Simbol
tersebut menandakan dalam film ini, pergerakan Zionisme diperankan oleh Erik.
Keluarga Erik
dalam film ini dikisahkan sebagai tawanan Nazi, yang berupaya untuk mengais
simpati dunia bahwa Zionis adalah kaum tertindas yang berhak merebut tanah
Palestina.
Di adegan lain,
tepatnya di Westchester New York tahun 1944. Kita akan meyaksikan adegan anak
kecil yang bernama Charles Francis Xavier tidur lelap di atas kasurnya. Di meja
dekat ranjang Xavier, terdapat tiga foto. Foto yang pojok kiri adalah Charles
Darwin, dan pojok kanan adalah Albert Einsten. Xavier pun memiliki persamaan
dengan nama depan, “Charles” Darwin dan “Charles” Xavier.
Ketika Xavier
pergi ke dapur, dia bertemu dengan Raven, mutant bertubuh biru yang
memiliki kemampuan berubah wujud seperti siapa saja, layakanya iblis yang mampu
berubah wujud dan menyamar. Lantai dapur Xavier memiliki motif “Checkered
Floor” , alias lantai hitam putih ciri khas Freemason yang menjadi motif
lantai dalam loji tempat mereka beribadah.
Lantai
hitam-putih dalam keyakinan Freemason diyakini sebagai simbol persilangan dua
alam, yaitu alam nyata dan alam ghaib, atau lebih tepatnya antara alam manusia
dan alam jin. Dalam adegan tersebut, terlihat jelas bahwa Xavier(sebagai
manusia) tengah bertemu dengan Raven, sebuah mahluk biru yang dikesankan
sebagai jin di dapur yang lantainya memiliki motif hitam-putih. Dalam film ini
terlihat sangat jelas mengenai konspirasi yang terselubung di dalamnya.
“Arti “simbolik”
adalah bahwa dalam acara-acara ritual yang mereka lakukan selalu menggunakan
lambang-lambang (simbol) yang memiliki arti tertentu. Ia sekaligus melambangkan
suatu peristiwa atau kejadian yang telah disebutkan di dalam kitab Taurat.”
Abdullah Patani (2008:7)
Simbol-simbol
tersebut mengandung ta’wil tertentu. Telah dikenal adanya simbol matahari,
bulan, mata, dua tangan yang sedang berjabatan, tunas, warna biru dan palu, dan
lain-lain. Identitas tersebut merupakan lambang Yahudi murni, yang tidak perlu
penafisiran apapun, seperti Haikal Sulaiman, bentuk pisau jagal, lambang super
kudus, tempat-tempat lilin yang bentuknya menyerupai Haikal Sulaiman. Abdullah
Patani (2008:8)
Tujuan dari
konspirasi adalah kekuasaan penuh. Dengan segala program dan usaha-usaha yang
dikerjakan.
“The Conspiracy apparently felt that these
programs had succeeded in the main and mat it was time to move towards their
goal of total goverment.” A.Ralph Epperson (1966:400)
Amerika adalah
negara yang sering mengintervensi negara lain. Amerika ingin memonopoli
manifestasi nuklir dan menguasai segala kemajuan negara lain dalam pengembangan
bidang nuklir. Amerika Serikat selalu memberi kekangan terhadap negara-negara
yang ingin mengembangkan nuklir melalui “boneka manisnya” yang bernama PBB.
Amerika adalah negara yang dikenal suka ikut campur urusan negara lain,
intervensi dan sibuk mengurusi kebijakan dan urusan internal negara lain. Tapi
Amerika disini tidak bisa dipukul rata, karena banyak rakyat Amerika sendiri
yang menjadi korban kezaliman pemimpin mereka dan bersikap kontra terhadap
kebijakan White House.
Dalang dari
konspirasi ini adalah Zionis dan Freemason. Tetapi, mereka adalah sekian dari
banyak organisasi rahasia yang bekerja di balik layar. Organisasi rahasia yang
bergerak dengan caranya masing-masing dalam rangka bersama membangun sebuah
“Tata Dunia Baru”. Mereka memiliki musuh bersama bernama “Agama”, mereka
memiliki falsafah dan tujuan yang sama untuk menuhankan diri sendiri dan
memperbudak orang lain.
“Freemasonry
adalah sebuah gerakan rahasia yang dikendalikan oleh orang-orang Yahudi secara
internasional.” Abdullah Patani (2008:10)
Semua film pasti
memiliki tujuan kenapa harus ditayangkan, selain menghibur para penonton, film
juga membawa sebuah pesan. Penting bagi kita untuk memahami apa pesan yang
terselubung dibalik sebuah film. Kita tidak seharusnya langsung menerima
informasi yang diberikan dari sebuah film atau pesan rahasia yang terselubung
di dalamnya. Kita sepatutnya memahami, dan mengkritisi pesan rahasia yang terselubung
di dalamnya.
Hubungan
Internasional merupakan program studi yang mempelajari banyak hal, semakin
dalam kita memepelajari ilmu ini, semakin kita tidak akan mudah untuk
mempercayai orang lain.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Kymlicka, Will.
Pengantar Filsafat Politik Kontemporer. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
2011
2. Epperson, A. Ralph. Invisible Hand : Kendali Zionis Di Balik
Konspirasi Dunia. Prima Ufuk Semesta. Januari 2014
3.
Patani,
Abdullah. Freemasonry di Asia Tenggara. Thailand. Haji Ali Bin Haji
Sulong Press Thailand. 2008
No comments:
Post a Comment