Perdebatan selalu terjadi antara kedua perspektif ini, bahkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Ketika seseorang berusaha menjawab suatu permasalahan, dan jawaban tersebut belum bisa menjawab permasalahan itu, maka akan timbul sebuah pertanyaan dari pihak lain, "Buat apa dia menjawabnya? Jika jawabannya tidak dapat menyelesaikan permasalahan itu.."
Pada waktu yang sama, sang penjawab akan berkata "Setidaknya diri ini telah berusaha menjawab.."
Terlihat bahwa perdebatan "Setidaknya" sebagai Perspektif Liberalisme, dan "Buat Apa" sebagai Perspektif Realisme. Antara pihak yang optimis akan suatu hal, dan pihak yang pesimis akan hal itu pula.Jika dianalogikan, liberalisme meyakini sebuah usaha yang paling tidak, akan menghasilkan sesuatu, meski sekecil apapun hasil tersebut. Bertolak belakang dengan paham Realis, yang bahkan tidak melakukan suatu usaha apapun akan permasalahan yang terjadi, mereka lebih memilih untuk berdiam dan mengatur pola strategi, serta memantaskan diri demi menjawab permasalahan itu.
Entah perspektif apa yang dapat benar-benar menjawab segala fenomena dunia ini, atau bahkan tidak ada..yang ada mungkin hanya harapan atas bersatunya semua perspektif yang ada, menjadi sebuah kesatuan perspektif, mengadopsi semua kekurangan-kelebihan dari semua perspektif dan melahirkan perspektif baru, yang saya sebut dengan "Perspektif Patternisme"
No comments:
Post a Comment