RESIKO ANAK HI
Hubungan Internasional..atau akrab disapa dengan HI..resiko menjadi anak HI itu sangat membahayakan diri, bahkan orang lain. Dalam HI, kita belajar mengenai betapa kejamnya dunia ini, bahkan betapa jahatnya manusia yang hidup di dalamnya. Dalam HI, kita belajar mengenai sebuah hubungan, sebuah interaksi yang benar-benar tulus atau hanya sebuah interaksi pola yang memiliki kepentingan. Sayangnya, dan nyatanya, segala yang ada di dunia ini hanyalah berisi interaksi pola, kecuali kepada Orang tua dan Allah..
Apa yang terjadi jika apa yang kami pelajari kami terapkan dalam kehidupan sosial kami? semua menjadi serba waspada, serba curiga, tidak ada kepercayaan yang tulus sama sekali.
Tidak ada istilah sahabat, teman, ataupun teman dekat, semua hanyalah "musuh", yang memakai topeng demi menjalani kepentingan masing-masing. Dan untuk menghadapi semua ini, kami dapat melakukan kerjasama bilateral dengan sosok pasangan hidup, demi menghadapai kejamnya dan jahatnya manusia dan dunia ini. Atau bahkan multilateral....jika memang ingin benar-benar kokoh..
Memang resiko menjadi anak HI yang selalu insecure dengan segala bentuk interaksi orang lain, ia akan selalu memlilih untuk bertahan diri, hingga orang-orang mengatakannya seseorang yang egois.,,,atau bahkan dicampakkan..dalam entitas kehidupan sosial ini, anak HI selalu berusaha untuk menyatu dengan berbagai kepentingan yang berbeda..
Orang-orang kadang berfikiran bahwa HI itu identik dengan orang-orang yang jago english,..aku hanya bisa tersenyum simpul mendengar spekulasi tersebut...
Kami HI bukan lagi mempertanyakan english, kami mempertanyakan permasalahan dunia, permasalahan global kontemporer yang ada saat ini, dan mempertanyakan tanah air kita tercinta, Indonesia...
Anak HI akan selalu "galau" mengenai keadaan dunia internasional
No comments:
Post a Comment