Friday, October 27, 2017

Civil Society: Study Case of International Committee of the Red Cross (ICRC)

A.    Sejarah ICRC
Palang Merah International atau dikenal dengan International Committee of the Red Cross  (ICRC) merupakan sebuah organisasi kemanusiaan yang bergerak dibidang organisasi yang tidak memihak dan berdikari dengan bertujuan untuk menjamin perlindungan dan bantuan kemanusiaan bagi korban konflik bersenjata dan situasi kekerasan lain. ICRC melakukan aksi untuk memberikan respons keadaan darurat dan pada saat yang sama mempromosikan penghormatan terhadap hukum humaniter internasional dan implementasinya dalam hukum nasional.
Organisasi ini berdiri pada tahun 1863 yang ketika itu diadakan sebuah konferensi, dalam keputusannya mengadopsi sebuah perjanjian bernama “Konvensi Jenewa untuk Perbaikan Kondisi Korban Luka dalam Pertempuran Darat,” yaitu perjanjian pertama yang membentuk Hukum Humaniter Internasional. Perwakilan dari 12 negara dan kerajaan menandatangani konvensi ini: Baden, Belgia, Denmark, Perancis, Hesse, Italia, Belanda, Portugal, Prusia, Swiss, Spanyol, dan Württemberg.
 Pengalamannya dalam menyaksikan peperangan selama beberapa tahun. Semuanya ditulis dalam buku yang berjudul A Memory of Solferino (Kenangan Solferino). Buku ini menginspirasi para relawan dunia yang memberikan gagasan untuk mendirikan ICRC. Hasil pendirian tersebut menyebabkan dia untuk mendapatkan medali nobel pada tahun 1901.
a.      Biografi Henry Dunant
 Henry Dunant lahir di Jenewa, Swiss, putra pertama dari pengusaha Jean-Jacques Dunant dan istrinya Antoinette Dunant-Colladon. Keluarganya adalah penganut aliran Kalvin (''Calvinist'') yang taat serta mempunyai pengaruh yang signifikan di kalangan masyarakat Jenewa. Kedua orangtuanya menekankan pentingnya nilai kegiatan sosial. Ayahnya aktif membantu anak yatim-piatu dan narapidana yang menjalani bebas bersyarat, sedangkan ibunya melakukan kegiatan sosial membantu orang sakit dan kaum miskin. Sikap sosial yang tinggi juga akhirnya menimbulkan keinginan kuat dalam kegiatan kuat.
Waktu kecilnya banyak dilewati dengan masa kebangkitan kesadaran beragama yang dikenal dengan nama Réveil. Pada usia 18 tahun, dia bergabung dengan Perhimpunan Amal Jenewa (Geneva Society for Alms Giving). Pada tahun berikutnya, bersama teman-temannya, dia mendirikan perkumpulan yang disebut ”Thursday Association”, sebuah kelompok anak muda tanpa ikatan keanggotaan resmi yang melakukan pertemuan rutin untuk mempelajari Bibel dan menolong kaum miskin. Waktu luangnya dia habiskan untuk mengunjungi penjara dan melakukan kegiatan sosial (ICRC, Founding and early years of the ICRC (1863-1914), 2010).
 Pada tanggal 30 November 1852, Dunant mendirikan cabang YMCA di Jenewa. Tiga tahun kemudian, dia berpartisipasi dalam pertemuan Paris yang bertujuan membentuk YMCA menjadi sebuah organisasi internasional, dan pada tahun 1849, ketika usianya 21 tahun, Dunant terpaksa meninggalkan sekolah agama Calvin (Sekolah teologi dibawah aliran Calvin), karena prestasi akademisnya buruk. Namun la itu tidak membuatnya surut untuk terus berkarya terutama dalam bidang sosial (ICRC, Founding and early years of the ICRC (1863-1914), 2010).
B.     Misi dan Mandat
Organisasi palang merah internasional ini memiliki misi dan mandat dalam pelaksananya berdasarkan dari konvensi Jenewa 1949. Organisasi ini bersifat netral dan tidak dapat di intervensi oleh pihak manapun. Hal ini dapat dilihat dari lambangnya yang memiliki arti netral. Memiliki kantor pusat di Swiss juga menandakan bahwa independensial organisasi tersebut sangatlah terjaga. Komitmen ICRC dalam menolong korban perang merupakan salah satu pepenerapan dalam landasan hukum humaniter internasional.

Berikut adalah dasar-dasar yang digunakan setiap pergerakan ICRC (ICRC, The ICRC's mandate and mission, t.thn.)
a.       Dalam Konvensi Jenewa yang keempat dan tambahan protokol tambahan 1, menyatakan bahwa ICRC memiliki mandat khusus dalam  situasi konflik internasional, termasuk mengunjungi tawanan perang.
b.      Dalam konflik bersenjata non internasional ICRC memiliki hak kemanusiaan dam setiap tindakan mereka.
c.       Dalam situasi gangga dan ketegangan ICRC berhak mengambil inisiatif dan tindakan, terutama negara tersebut tidak mengaplikasikan hukum humaniter. Yang mana bantuan tersebut buka bermaksud untuk campur tangan terhadap urusan dalam negeri.

C.    Struktur Organisasi
a.       Majelis
Majelis juga dapat disebut komite yang bertanggungjawab mendefinisikan tujuan, pedoman, dan strategi dan mengawasi masalah keuangan ICRC. Dalam majelis ini memiliki keanggotaan maksimum 25 orang warga Swiss.
b.      Dewan Majelis
Komite ini merupakan inti dari majelis yang beranggotakan sepuluh orang dan berkumpul sepuluh kali setiap tahunnya.
c.       Presiden
Presiden adalah anggota Majelis dan pemimpin ICRC, dan presiden selalu disertakan dalam Dewan Majelis sejak pembentukannya. Presiden dibantu oleh seorang wakil presiden dalam pekerjaanya.
d.      Direktorat
Setelah ICRC berkembang dan kian terlibat secara langsung dalam konflik, terjadi peningkatan jumlah staf dengan latar belakang profesional, bukan relawan. Semuanya diatur dibawah kendali direktorat bertanggung jawab atas manajemen sehari-hari. Direktur membidangi lima bidang bagian antara lain ; Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Keuangan dan Logistik, Manajemen Komunikasi dan Informasi, Operasi, Hukum Internasional dan Kerjasama dalam Gerakan.

 


 




D.    Study Case
ICRC Delivers food to 25000 people of Rann, Nigeria
Pada hari Selasa, 24 Januari 2017, ICRC baru saja mengirimkan distribusi bahan pangan seperti nasi, kacang polong, garam, minyak, dan jagung kedelai campuran dalam quantitas persediaan selama lima minggu kepada rakyat Rann, Nigeria.
Mohammed Syekh Ali, coordinator dari keamanan ekonomi ICRC mengatakan “ Orang-orang di Rann sangat senang ketika menerima makanan tersebut. Mereka telah terisolasi oleh hujan dan kualitas jalan yang buruk dan mengalami distribusi bahan pangan yang sangat rendah sejak Juni. Pada awal Januari, kami meletakkan kantong pasir di sepanjang jalan agar truk-truk kami dapat menyeberangi jalan tersebut.” ( Mosimann & Schindler, 2017)
Permasalahan yang terjadi di Rann Nigeria adalah kekeliruan pengeboman pesawat militer Nigeria terhadap kamp pengungi yang terletak di daerah Rann, yang memang terletak dengan perbatasan Kamerun. Target yang sebenarnya ingin dituju oleh pesawat militer Nigeria adalah kelompok militan Boko Haram. (BBC, 2017)
Dari studi kasus tersebut, terlihat bahwa ICRC mengirimkan bahan pangan makanan terhadap kamp pengungsi Rann di Nigeria secara langsung, dan  Sasaran yang dituju oleh ICRC adalah masyarakat langsung. (Allbritton, 2017)
Perlu diketahui pula mengapa kami mengambil ICRC sebagai salah satu contoh dari civil society adalah karena ICRC itu adalah sebuah organisasi Hybrid. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa awal mula berdirinya ICRC sendiri dapat dikatakan sebagai non- governmental organization (NGO), tetapi mengikuti perkembangan global kontemporer,dimana acap kali terjadi sebuah konflik bersenjata internasional, ataupun konflik lainnya, maka masyarakat internasional sekiranya membutuhkan sebuah instansi internsional yang bergerak dalam hal meminimaslisir konflik ataupun membantu korban konflik, dan hal tersebut telah termuat dalam beberapa konvensi jenewa yang memang hamper seluruh Negara di dunia meratifikasi konvensi tersebut, yang berarti ICRC  itu bergerak atas mandate internasional yang telah diratifikasi. Maka dapat dikatakan bahwa ICRC juga merupakan sebuah Inter-Governmental Organizations (IGO). (Rona)
Menurut Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Civil Society atau masyarakat madani adalah “sector ketiga” dari pemerintah dan bisnis. Terdiri dari organisasi masyarakat madani, dan organisasi non-pemerintah. Masyarakat madani sendiri adalah masyarakat yang beradab dan bernilai, yang membangun dan memaknai kehidupannya. (Nations)














Bibliography

Mosimann, A. M., & Schindler, E. (2017, January 24). Nigeria: ICRC Delivers Food to 25000 People of Rann. Retrieved January 24, 2017, from International Committee of the Red Cross: https://www.icrc.org/en/document/nigeria-icrc-delivers-food-25000-people-rann
Allbritton, C. (2017, January 17). CIVIC Statement on Bombing in Rann, Nigeria. Retrieved January 17, 2017, from Center of Civilians in Conflict: http://civiliansinconflict.org/resources/pr/civic-statement-on-bombing-in-rann-nigeria
BBC. (2017, Januari 19). Pesawat militer Nigeria keliru menjatuhkan bom di kamp pengungsian.
ICRC. (2010, May 5). Founding and early years of the ICRC (1863-1914). Retrieved from International Committee of the Red Cross: https://www.icrc.org/eng/who-we-are/history/founding/overview-section-founding.htm
ICRC. (n.d.). Governance. Retrieved from International Committee of the Red Cross: 3https://www.icrc.org/en/who-we-are/the-governance
ICRC. (n.d.). The ICRC's mandate and mission. Retrieved from International Committee of the Red Cross: https://www.icrc.org/en/mandate-and-mission
Indonesia, I. (n.d.). Tentang ICRC. Retrieved from ICRC Blog Indonesia: http://blogs.icrc.org/indonesia/tentang-icrc/
Nations, U. (n.d.). Civil Society. Retrieved from United Nations: http://www.un.org/en/sections/resources/civil-society/index.html
Rona, G. (n.d.). The ICRC's status: in a class of its own. Retrieved 02 17, 2004, from International Committee of the Red Cross: https://www.icrc.org/eng/resources/documents/misc/5w9fjy.htm



                    

No comments:

Post a Comment