Oleh: Reza Adam/28 Oktober 2017
Dalam kunjungan ke BATAN ini, kami mahasiswa Ilmu Hubungan
Internasional Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor angkatan perdana yang
mengambil fokus dalam Keamanan Global mendapatkan pengalaman dan ilmu,
khususnya dalam memetakan pemikiran kami terkait pemahamahan kami tentang
tenaga nuklir. Perlu diketahui pula bahwa BATAN ini adalah suatu lembaga
penelitian oleh pemerintah yang bersifat sangat transparan. “BATAN adalah
sebuah lembaga penelitian tenaga nuklir
yang diakomodasi oleh pemerintah, jadi lembaga ini milik kita warga Indonesia,
bukan hanya milik kami sebagai staff, dan kita sebagai warga Indonesia harus
mengetahui terkait pengetahuan dan informasi dari lembaga penelitian ini,
khususnya dalam hal teanaga nuklir.” Ujar Pak Muztamadi, yang merupakan salah
satu staff dari BATAN.
Tujuan dari kunjungan ini adalah guna kita dapat mengetahui
bahwasanya nuklir nitu tidak hanya sebuah senjata seperti yang dikenalkkan
pertama kalinya lewat pemgeboman bom atom oleh Amerika Serikat terhadap Hiroshiuma
dan Nagasaki di jepang. Kunjungan ini bertujuan pula untuk merubah pola pikir
kita terhadap nuklir, bahwa nuklir itu juga bisa berada di lingkungan kita,
nuklir itu dapat berdamai, lewat keberadaan BATAN dan kunjungan kami ke tempat
tersebut.
Kunjungan ini juga meliputi pembahasan dari kedua mata kuliah
Keamanan Global; SKM, dan Studi Pertahanan dan Keamanan, yang mana dalam tulisan
ini akan mengkombinasikan ilmu-ilmu yang didapat di BATAN dengan mata kuliah SKM.
Berdasarkan apa yang kami dapat disana, dan khususnya apa yang saya dapat,
tenaga nuklir itu sangat erat kaitannya dengan pelbagai cluster yang ada
dalam pembahsan keamanan manusia modern, sepert; keamanan kesehatan, keamanan
lingkungan, keamanan makanan, karena memang pembahasan kali ini adalah mengenai
nuklir damai, bukan nuklir sebagai senjata massal. Bahkan, dapat dikatakan
bahwa tenaga nuklir ini memiliki relevansi terhadap keseluruhan dari cluster
keamanan nanusia modern, karena memang cluster tersebut memiliki korelasi yang
sangat tinggi.
1.
Keamanan Ekonomi
Keamanan ekonomi terkait erat dengan akses terhadap sumber ekonomi
yang dalam hal ini adalah pendapatan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa
yang menjadi fokus dalam kajian
bidang ini adalah lapangan pekerjaan yang dapat menjadi jaminan
bagi individu untuk mendapatkan pendapatan dalam mencukupi kebutuhan hidup
mereka sehari-hari ( Rachmat, 2015)
Berdasarkan penjelasan diatas, tenaga nuklir memiliki potensi yang
sangat tinggi dalam mewujudkan suatu
pendapatan bagi individiu, atau bahkan sebuah lapangan pekerjaan jangka
panjang bagi banyak individu jika dikembangkan hasilnya. Tenaga nuklir dapat dikembangkan
untuk kemudian menjadi sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), dimana
jika hal ini terwujudkan maka akan memudahkan bagi banyak masyarakat untuk
lebih berhemat dalam hal pembangkitan listrik negara sendiri, yang mana hal ini
akan secara langsung memberi kemudahan bagi perusahaan pembangkit listrik
negara dalam pembangkitan listrik, karena menggunakan tenaga nuklir, dimana
kapasitas kekuataan listrik akan jauh lebih besar dari pembangkit listrik
biasanya.
Dari penghematan ini pula, akan menimbulkan efek yang baik bagi
pemerintah dan masyarakat. Dengan pengeluaran negara yang semakin sedikit, maka
akan memudahkan masyarakat sebagai konsumen untuk mendapatkan pendapatannya,
atau bahkan sampai pada tahap pencapaian lapangan pekerjaan. Bayangkan saja
jika sebelumnya sebuiah pembangkit listrik yang membutuhkan modal yang besar
dalam pembangkitannya, dan hasil listrik yang dibangkitkan pula tidak cukup
untuk dapat memenuhi lapangan pekerjaan masyarakatnya, kemudian dialihkan
dengan penggunaan tenaga nuklir sebagai sumber utama pembangkit listrik, dimana
modal yang dipakai sepadan dengan hasil listrik yang dibangkitkan oleh
pembangkit tersebut, dimana tenaga nuklir memiliki kapasitas yang lebih dalam
mengakomodir kebutuhan masyarakat.
Itulah mengapa kemudian tenaga nuklir dapat membantu keamanan
ekonomi suatu negara, karena memang pembangunan PLTN sendiri selalu diharapkan
oleh lembaga BATAN dan masyarakat sendiri, dan tinggal menunggu kesepakatan dari
pihak pemerintah, hal ini lantaran nuklir itu damai, dan termasuk otoritas dari
pemerintah untuk dapat mengakomodir kebutuhan ekonomi dari rakyatnya, dan
menghindari ancaman dari keamanan ekonomi, yaitu tingkat kemiskinan dan tingkat
pengangguran dalam suatu negara. ( Rachmat, 2015)
2.
Keamanam Pangan
Keamanan pangan berarti bahwa semua orang setiap saat baik secara
psikologis maupun secara ekonomis memiliki akses terhadap makanan pokok. Dalam
hal ini tidak hanya mencakup
ketersediaan makanan yang cukup, namun juga bagaimana individu
mendapatkan akses terhadap makanan tersebut, dan bagaimana kemudian makanan
tersebut dapat diproduksi dalam jangka waktu yang panjang guna mencukupi
kebutuhan pangan orang tersebut, khususnya dalam daerah konflik atau
tempat-tempat pengungsian, dimana akses pangan tidak mudah.
Melihat fenomena tersebut, tenaga nuklir dapat setidaknya dapat
memberi sedikit solusi terhadap permasalahan pemaketan bahan pangan terhadap
daerah konflik atau pengungsian. Solusinya adalah melakukan iradiasi, yaitu
pengawetan atas bentuk pangan atau bahan pangan menggunakan tenaga nuklir yang
akan dikirim kepada dsaerah-daerah tujuan. Iradiasi ini dapat mengawetkan
pangan lebih dari 18 bulan, dimana hal ini sangat menguntungkan bagi
orang-orang yang tinggal dalam pengungsian yang tidak memiliki wadah seperti
kulkas untuk pemyimpanan pangan. Hal ini juga dapat dilakukan dengan memberi
bahan dasar pangan yang diiradiasi untuk kiemdian dapat ditanam sendiri guna
kesediaaan pangan yang berkelanjutan.
3.
Keamanan lingkungan
Dalam hal ini, saya ingin memberi sebuah spekulasi yang didasarkan
pada sebuah fakta yang menunjukkan bahwa sebenarnya nuklir sendiri itu tidak
begitu bahaya seperti apa yang kita percayai selama ini dari kebanyakan orang,
karena memang nuklir sendiri pertama kali dikenalkan oleh dunia lewat kejadian
bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Dalam hal ini BATAN hadir sebagai nahkoda
untuk mengantarkan kita pada sebuah pemahaman tentang “ nuklir damai”.
Kita selalu berfikir tentang limbah dari penelitian ataupun
perkembangan nuklir yang dapat merusak lingkungan sekitarnya. Nyatanya, apa
yang terjadi di BATAN, limbah tersebut sangatlah sedikit dan minim, karena
memang reaktor nuklir yang ada di BATAN sengaja di buat dalam bentuk kolam agar
meminimalisir limbah yang ada. Limbah yang adapun kemduikan di tarik kembali
oleh eksportir, tidak semena-mena dibuang di sekitarnya. Dapat dikatakan bahwa
tenaga nuklir sendiri itu tidak merusak lingkungan.
Kesimpulan
Alasan mengapa saya mengambil korelasi keamanan ekonomi dalam peringkat
pertama dalam pembahasan ini adalah karena memang hal itu sangat dekat dengan
kita. Keseharian kita membutuhkan sebuah ekonomi untuk menunjang kehidupan
kita, dan hadirnya PLTN dapat memudahkan dan meringankan kita guna mendapatkan
pendapatan kita atau bahkan lapangan pekerjaan seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya. Dan untuk bidang-bidang yang lain dalam pendekatan keamanan manusia
sangat memiliki relevansi yang tinggi dengan bidang lainnya, khususnya keamanan
ekonomi.
References
Rachmat, A. N. (2015). Keamanan
Global Tranformasi Isu Keamanan Pasca Perang Dingin. Bandung: Alfabeta.
`
No comments:
Post a Comment