Friday, October 27, 2017

YAYORIN INTERNSHIP

Nama saya Reza Adam, saya adalah mahasiwa Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) program studi Hubungan Internasional (HI). Saya adalah mahasiswa tingkat akhir, dan saya sedang menjalani penulisan skripsi, dan tentunya program magang. Terkait tempat magang, saya memilih instansi ini karena memiliki fokus yang menarik dan sangat bersentuhan dengan fokus studi saya, yaitu Keamanan Lingkungan.
Yayorin (Yayasan Orangutan Indonesia), bertepatan pada tanggal 3 September 2017, saya melakukan program magang selama satu bulan dalam organisasi non-pemerintah tersebut. Pengalaman dan pelajaran yang sangat luar biasa saya dapatkan selama menjalani kehidupan di Yayorin. Tidak hanya ilmu lapangan saja yang diperoleh, melainkan pelajaran hidup tentang bagaimana kemudian dalam bermasyarakat, dengan segala perbedaan yang ada kita dapat bersikap dan menyikapi diri dalam tatanan sosial tersebut.
Kampung Konservasi adalah salah satu dari sarana yang dimiliki yayasan ini dalam melakukan kegiatan lingkungannya. Kegiatan seperti pendampingan ekstrakulikuler pecinta alam atau lingkungan pada tingkat sekolah menengah atas dan bawah menjadi rutinitas mingguan yang berlangsung di Kampung Konservasi. Hal tersebut memberikan saya kesempatan untuk dapat berbagi pengalaman dalam kehidupan, tepatnya pengalaman dalam berorganisasi bersama anak-anak di sekolah.
Saya juga mendapatan kesempatan dalam program Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF), yaitu suatu program sosialisasi yang kami lakukan di Desa tanjung Putri, Desa Seberang Gajah, dan Desa Tanjung Terantang selama dua kali dalam seminggu tentang isu perubahan iklim. Dalam kesempatan emas ini, saya benar-benar mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana kemudian permasalahan-permasalahan yang dirasakan langsung oleh penduduk desa-desa tersebut terkait isu Pergantian Iklim. Ilmu-ilmu pun banyak sekali didapatkan selama program ini, dan melengkapi kerangka keilmuan keamanan lingkungan terkait isu perubahan iklim yang diperoleh di bangku perkuliahan.
Selama satu bulan itupula, saya secara begilir mengikuti pendampingan kelompok-kelompok masyarakat di berbagai desa. Salah satu kelompoknya adalah Kelompok Wanita Tani Mandiri, yang memang seluruh anggotanya adalah wanita yang berprofesi sebagai tani. Pendampingan kami adalah untuk kemudian secara bersama mendiskusikan program-program yang telah dibuat dan dilaksanakan oleh kelompok tersebut.
Salah satu Quotes yang selalu digaungkan oleh Yayorin adalah “Setiap orang adalah Guru, dan Setiap tempat adalah Sekolah”. Dari kata-kata ini saya menyadari bahwa semua orang adalah guru, dalam artian kita dapat mengambil banyak pelajaran dari segala sifat dari orang tersebut, memilah antara yang baik dan buruk. Sedangkan setiap tempat adalah sekolah, dimanapun itu, kita dapat mengambil pelajaran darinya.
            Yayorin juga memiliki program Volunteer yang beranggotakan 16 orang. Sebagian besar dari anggota relawan tersebut berasal dari mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas Antakusuma Pangkalan Bun. Mereka turut membantu secara seksama setiap program-program yang dilaksanakan di Yayorin, terlebih khususnya pada bagian edukasi seperti pendampingan Klub Baca. Bersama dengan teman-teman relawan juga, saya berbagi ilmu dan bersama-sama belajar tentang pentingnya sebuah kebersamaan lewat kegiatan Ngopi Santai setiap hari Selasa di salah satu gazebo Yayorin.
Ayo! Bagi teman-teman yang sangat mencintai lingkungan, dan sadar akan pentingnya menjaga lingkungan, bermainlah ke Yayorin! Kita akan belajar dengan seksama tentang hakikat mahluk hidup seperti flora dan fauna, tentunya dengan bermain sambal belajar. My best regard J




No comments:

Post a Comment