Monday, October 15, 2018

Perbedaan cowok, lelaki dan pria

Ketiga istilah tersebut memiliki makna dan pegertiannya tersendiri meskipun terdapat relevansi di antaranya. Dalam Bahasa Inggris pun, kata Boy, Man, dan Gentleman mendapatkan tempat yang berbeda pula dalam penggunaannya. Seperti Gentleman yang biasanya digunakan dalam sambutan acara. Terlepas dari hal tersebut, tulisan kali ini akan memaparkan perbedaan arti dari ketiga kata diatas, atau lebih tepatnya disebut fase.
Cowok: Fase pertama ini memiliki kekentalan akan imajinasi menjadi sosok yang paling diimpikan seperti menjadi orang yang sempurna, yang nyatanya lebih membawa mereka kepada hal yang kekanak-kanakan. Posisi ini kerap dialami ketika berada di tingkatan bangku sekolah menengah hingga ke atas, dimana jiwa-jiwa muda kerap lebih menguasai diri ketimbang naluri. Fase ini sangat cocok dengan fase Cewek, karena memang mereka lebih menganggap bahwa porsi ego dan gengsi adalah yang terbesar.
Lelaki: Fase kedua ini merupakan tahap yang penting dalam menentukan apa, siapa, dan bagaimana kita di bagian selanjutnya. Posisi ini diarasakan ketika duduk di bangku perkuliahan strata 1, sangat sesuai dengan jangka waktu perkuliahan 4 tahun, karena dalam fase inilah kita mencari jati diri kita yang sesungguhnya. Dalam proses ini pula, lelaki mendapatkan banyak pengalaman akan pahit dan manis nya kehidupan, terlebih perihal cinta, yang mana mereka sangat cocok dengan Perempuan. Sebaik mungkin, dalam tahapan ini seseorang dapat terbentuk karakternya demi teguhnya menjalani fase terakhir, yaitu menjadi seorang Pria.

Pria:  Fase yang paling krusial. Segala kegiatan, aktifitas selama menjadi cowok dan lelaki akan dipertanggungkawabkan dalam tahap ini. Posisi ini dirasakan ketika kita telah siap menghadapi kehidupan bermasyarakat dan dunia. Seorang pria dituntut untuk selalu bertanggung jawab, dan konsisten dengan segala ucapan maupun tindakan yang dikerjakan. Dibalik itu, fase pria ini mendorong kita untuk menjadi seseorang yang mapan lahir dan batin. Letak karismatik akan melekat pada pria apabila ia telah sukses menaklukkan segala rasa ketakukan pada dua fase sebelumny. Pria sangat cocok jika dipasangkan dengan wanita, karena mereka bedua sangat kental akan komitemen dan keseriusan dalam berhubungan. 

Saturday, October 28, 2017

Laporan Kunjungan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Dalam Mata Kuliah Studi Keamanan Manusia (SKM)

Oleh: Reza Adam/28 Oktober 2017

Dalam kunjungan ke BATAN ini, kami mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor angkatan perdana yang mengambil fokus dalam Keamanan Global mendapatkan pengalaman dan ilmu, khususnya dalam memetakan pemikiran kami terkait pemahamahan kami tentang tenaga nuklir. Perlu diketahui pula bahwa BATAN ini adalah suatu lembaga penelitian oleh pemerintah yang bersifat sangat transparan. “BATAN adalah sebuah lembaga penelitian  tenaga nuklir yang diakomodasi oleh pemerintah, jadi lembaga ini milik kita warga Indonesia, bukan hanya milik kami sebagai staff, dan kita sebagai warga Indonesia harus mengetahui terkait pengetahuan dan informasi dari lembaga penelitian ini, khususnya dalam hal teanaga nuklir.” Ujar Pak Muztamadi, yang merupakan salah satu staff dari BATAN.
Tujuan dari kunjungan ini adalah guna kita dapat mengetahui bahwasanya nuklir nitu tidak hanya sebuah senjata seperti yang dikenalkkan pertama kalinya lewat pemgeboman bom atom oleh Amerika Serikat terhadap Hiroshiuma dan Nagasaki di jepang. Kunjungan ini bertujuan pula untuk merubah pola pikir kita terhadap nuklir, bahwa nuklir itu juga bisa berada di lingkungan kita, nuklir itu dapat berdamai, lewat keberadaan BATAN dan kunjungan kami ke tempat tersebut.
Kunjungan ini juga meliputi pembahasan dari kedua mata kuliah Keamanan Global; SKM, dan Studi Pertahanan dan Keamanan, yang mana dalam tulisan ini akan mengkombinasikan ilmu-ilmu yang didapat di BATAN dengan mata kuliah SKM. Berdasarkan apa yang kami dapat disana, dan khususnya apa yang saya dapat, tenaga nuklir itu sangat erat kaitannya dengan pelbagai cluster yang ada dalam pembahsan keamanan manusia modern, sepert; keamanan kesehatan, keamanan lingkungan, keamanan makanan, karena memang pembahasan kali ini adalah mengenai nuklir damai, bukan nuklir sebagai senjata massal. Bahkan, dapat dikatakan bahwa tenaga nuklir ini memiliki relevansi terhadap keseluruhan dari cluster keamanan nanusia modern, karena memang cluster tersebut memiliki korelasi yang sangat tinggi.


1.      Keamanan Ekonomi
Keamanan ekonomi terkait erat dengan akses terhadap sumber ekonomi yang dalam hal ini adalah pendapatan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa yang menjadi fokus dalam kajian
bidang ini adalah lapangan pekerjaan yang dapat menjadi jaminan bagi individu untuk mendapatkan pendapatan dalam mencukupi kebutuhan hidup mereka sehari-hari ( Rachmat, 2015)
Berdasarkan penjelasan diatas, tenaga nuklir memiliki potensi yang sangat tinggi dalam mewujudkan suatu  pendapatan bagi individiu, atau bahkan sebuah lapangan pekerjaan jangka panjang bagi banyak individu jika dikembangkan hasilnya. Tenaga nuklir dapat dikembangkan untuk kemudian menjadi sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), dimana jika hal ini terwujudkan maka akan memudahkan bagi banyak masyarakat untuk lebih berhemat dalam hal pembangkitan listrik negara sendiri, yang mana hal ini akan secara langsung memberi kemudahan bagi perusahaan pembangkit listrik negara dalam pembangkitan listrik, karena menggunakan tenaga nuklir, dimana kapasitas kekuataan listrik akan jauh lebih besar dari pembangkit listrik biasanya.
Dari penghematan ini pula, akan menimbulkan efek yang baik bagi pemerintah dan masyarakat. Dengan pengeluaran negara yang semakin sedikit, maka akan memudahkan masyarakat sebagai konsumen untuk mendapatkan pendapatannya, atau bahkan sampai pada tahap pencapaian lapangan pekerjaan. Bayangkan saja jika sebelumnya sebuiah pembangkit listrik yang membutuhkan modal yang besar dalam pembangkitannya, dan hasil listrik yang dibangkitkan pula tidak cukup untuk dapat memenuhi lapangan pekerjaan masyarakatnya, kemudian dialihkan dengan penggunaan tenaga nuklir sebagai sumber utama pembangkit listrik, dimana modal yang dipakai sepadan dengan hasil listrik yang dibangkitkan oleh pembangkit tersebut, dimana tenaga nuklir memiliki kapasitas yang lebih dalam mengakomodir kebutuhan masyarakat.
Itulah mengapa kemudian tenaga nuklir dapat membantu keamanan ekonomi suatu negara, karena memang pembangunan PLTN sendiri selalu diharapkan oleh lembaga BATAN dan masyarakat sendiri, dan tinggal menunggu kesepakatan dari pihak pemerintah, hal ini lantaran nuklir itu damai, dan termasuk otoritas dari pemerintah untuk dapat mengakomodir kebutuhan ekonomi dari rakyatnya, dan menghindari ancaman dari keamanan ekonomi, yaitu tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran dalam suatu negara. ( Rachmat, 2015)
2.      Keamanam Pangan
Keamanan pangan berarti bahwa semua orang setiap saat baik secara psikologis maupun secara ekonomis memiliki akses terhadap makanan pokok. Dalam hal ini tidak hanya mencakup
ketersediaan makanan yang cukup, namun juga bagaimana individu mendapatkan akses terhadap makanan tersebut, dan bagaimana kemudian makanan tersebut dapat diproduksi dalam jangka waktu yang panjang guna mencukupi kebutuhan pangan orang tersebut, khususnya dalam daerah konflik atau tempat-tempat pengungsian, dimana akses pangan tidak mudah.
Melihat fenomena tersebut, tenaga nuklir dapat setidaknya dapat memberi sedikit solusi terhadap permasalahan pemaketan bahan pangan terhadap daerah konflik atau pengungsian. Solusinya adalah melakukan iradiasi, yaitu pengawetan atas bentuk pangan atau bahan pangan menggunakan tenaga nuklir yang akan dikirim kepada dsaerah-daerah tujuan. Iradiasi ini dapat mengawetkan pangan lebih dari 18 bulan, dimana hal ini sangat menguntungkan bagi orang-orang yang tinggal dalam pengungsian yang tidak memiliki wadah seperti kulkas untuk pemyimpanan pangan. Hal ini juga dapat dilakukan dengan memberi bahan dasar pangan yang diiradiasi untuk kiemdian dapat ditanam sendiri guna kesediaaan pangan yang berkelanjutan.
3.      Keamanan lingkungan
Dalam hal ini, saya ingin memberi sebuah spekulasi yang didasarkan pada sebuah fakta yang menunjukkan bahwa sebenarnya nuklir sendiri itu tidak begitu bahaya seperti apa yang kita percayai selama ini dari kebanyakan orang, karena memang nuklir sendiri pertama kali dikenalkan oleh dunia lewat kejadian bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Dalam hal ini BATAN hadir sebagai nahkoda untuk mengantarkan kita pada sebuah pemahaman tentang “ nuklir damai”.
Kita selalu berfikir tentang limbah dari penelitian ataupun perkembangan nuklir yang dapat merusak lingkungan sekitarnya. Nyatanya, apa yang terjadi di BATAN, limbah tersebut sangatlah sedikit dan minim, karena memang reaktor nuklir yang ada di BATAN sengaja di buat dalam bentuk kolam agar meminimalisir limbah yang ada. Limbah yang adapun kemduikan di tarik kembali oleh eksportir, tidak semena-mena dibuang di sekitarnya. Dapat dikatakan bahwa tenaga nuklir sendiri itu tidak merusak lingkungan.

Kesimpulan
Alasan mengapa saya mengambil korelasi keamanan ekonomi dalam peringkat pertama dalam pembahasan ini adalah karena memang hal itu sangat dekat dengan kita. Keseharian kita membutuhkan sebuah ekonomi untuk menunjang kehidupan kita, dan hadirnya PLTN dapat memudahkan dan meringankan kita guna mendapatkan pendapatan kita atau bahkan lapangan pekerjaan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Dan untuk bidang-bidang yang lain dalam pendekatan keamanan manusia sangat memiliki relevansi yang tinggi dengan bidang lainnya, khususnya keamanan ekonomi.

References

Rachmat, A. N. (2015). Keamanan Global Tranformasi Isu Keamanan Pasca Perang Dingin. Bandung: Alfabeta.




 `







Motivate

Abdul Lateef Jandali (Steve Jobs)
Oleh: Reza Adam
Abdul Lateef Jandali atau lebih sapa dikenal dengan Steve Jobs adalah seorang tokoh entrepreuner dan penemu di Amerika Serikat. Ia adalah salah satu pendiri perusahaan terkemuka Apple Computer yang kemudian berkembang menjadi Apple.Inc. Jobs, bersama pendiri pendamping Apple Steve Wozniak, Mike Markkula, dan lainnya, merancang, mengembangkan, dan memasarkan salah satu jajaran computer pribadi pertama yang sukses secara komersial, yaitu seri Apple II
Lateef juga termasuk orang-orang yang pertama kali melihat potensi komersial dari antarmuka pengguna grafis yang digerakkan dari mouse yang dikembangkan di Palo Alto oleh PARC Xerox yang kemudian mendorong pembuatan Apple Macintosh.
Biodata Steve Jobs
Nama lengkap: Steven Paul Jobs
Tanggal Lahir: 24 Februari
Tempat Lahir: San Fransisco, California, AMerika Serikat
Agama: Buddha
Kewarganegaraan: Amerika Serikat
Orang Tua: Abdulfattah Jandali (ayah), dan Joanne Carole Schieble (ibu)
Orang Tua Angkat: Paul Reinhold Jobs (ayah), dan Clara Hagopian Jobs (ibu)
Biografi Steve Jobs
Steve Jobs merupakan sosok yang sangat hebat dengan karya yang ia hasilkan di bidang teknologi. Jobs lahir pada 24 Februari di San Francisco, California. Orang tua kandung Jobs bernama Abdulfattah Jandali, seorang sarjana asal Suriah yang kemudian menjadi profesor ilmu politik, dan Joanne Simpson, seorang sarjana berkebangsaan Amerika Serikat yang kemudian menjadi patolog bahasa wicara yang kemudian menikah, melahirkan dan membesarkan adik kandung Jobs, yaitu novelis Mona Simpson. (Kurian)
Ketika lahir Jobs memiliki nama Abdul Lateef Jandali hingga akhirnya berubah ketika diadopsi oleh Reinhold dan Clara Jobs (née Hagopian) dari Mountain View, California, yang kemudian menamainya Steven Paul. Saat Steve masih balita, pasangan Reinhold dan Clara mengajaknya pindah ke Santa Clara County, yang kemudian dikenal sebagai Silicon Valley. Disana mereka mengadopsi bayi perempuan yang bernama Patti. (Wahyudi, 2014)
Jobs bersekolah di Cupertino Junior High School dan Homestead High School di Cupertino, California ia terdaftar di kelas lektronik yang paling populer di sekolah itu. Kemampuan Steve berkembang pesat pasa saat itu. Di sana ia juga bertemu dengan Steve Wozniak yang memilki minat yang sama dengan Jobs di bidang elektronik.
Ia sering menghadiri kuliah setelah sekolah di Hewlett-Packard Company di Palo Alto, California. Pada tahun 1972, Jobs lulus dari sekolah menengah atas dan mendaftar masuk Reed College di Portland, Oregon, namun ia hanya selama satu semester (6 bulan) di Reed College karena drop out. Kemudian ia melanjutkan audit kelasnya di Reed, seperti kelas kaligrafi. Jobs kemudian berkata, "Jika aku tidak menghadiri kuliah tunggal di perguruan tinggi itu, maka Mac tidak akan memiliki beragam huruf cetak ataupun huruf dengan spasi sejajar.
Pada musim gugur 1974, Jobs kembali ke California dan mulai menghadiri petemuan Homebrew Computer Club bersama Wozniak. Ia mengambil pekerjaan sebagai teknisi di perusahaan Atari, sebuah perusahaan pembuat berbagai permainan video populer, dengan tujuan utama mengumpulkan uang untuk melakukan perjalanan spiritual ke India.

Jobs kemudian berangkat ke India untuk mengunjungi Neem Karoli Baba di Kainchi Ashram-nya bersama seorang teman dari Reed College, Daniel Kottke, untuk mencari pencerahan spiritual. Ia pulang dalam keadaan menganut agama Buddha dengan kepala tercukur dan mengenakan pakaian tradisional India. Pada waktu itu, Jobs sedang bereksperimen dengan obat psikedelik dan menyebut pengalaman LSD-nya sebagai "satu dari dua atau tiga hal terpenting yang pernah dilakukan dalam hidupnya".

Pada tahun 1991 dirinya menikah dengan  seorang wanita bernama Laurene Powell dan mempunyai 4 orang anak.



Berdirinya Apple Computer

Pada tahun 1976, Steve Jobs, Steve Wozniak dan Ronald Wayne, mendirikan Apple yang bernama Apple Computer co. dengan pendanaan dari manajer pemasaran produk dan teknisi semi-pensiun Intel A.C. Mike Markkula Jr.  Sebelum mendirikan Apple bersama-sama.
Jobs dan Wozniak telah berteman selama bertahun-tahun, bertemu pada tahun 1971 ketika teman mereka, Bill Fernandez, memperkenalkan Wozniak yang berusia 21 tahun kepada Jobs yang berusia 16 tahun. Steve Jobs berusaha membuat Wozniak tertarik merakit komputer dan menjualnya. Ketika Apple terus meluas, perusahaan mulai mencari eksekutif berpengalaman untuk membantu mengelola ekspansinya.

Komputer pertama yang diperkenalkan oleh Jobs dan Wozniak diberi nama Apple I. Kemudia pada tahun 1977, Jobs dan Wozniak memperkenalkan Apple II kepada publik. Sejak itu penjualan Apple II berkembang pesat. Pada tahun 1980 Apple Computer co memperkenal Apple III, namun perkembangannya tidak sebaik ketika memperkenalkan Apple II.

Seiring dengan berkembangnya Apple Computer, perusahaan tersebut mulai mencari kepemimpinan baru untuk membantu mengatur perkembangan perusahaan tersebut. Pada tahun 1983, Steve Jobs menggaet Jhon Sculley dari perusahaan Pepsi-Cola untuk memimpin Apple Computer. Pada tahun tersebut Apple memperkenalkan produk mereka yang terbaru, yaitu Apple Lisa dengan teknologi canggih dan tergolong sangat maju pada waktu itu, namun produk tersebut gagal dalam pasar.
Pada tahun 1984 perusahaan Apple memperkenalkan produk komputer, yaitu Macintosh, komputer pertama yang berhasil dijual ke pasaran dengan menghadirkan fitur antarmuka pengguna grafis. Pengembangan Mac dicetuskan oleh Jef Raskin dan tim tersebut menggunakan teknologi yang sudah dikembangkan bukan oleh Apple, seperti di Xerox’s PARC. 
Macintosh menjadi komputer kecil pertama yang sukses secara komersial dengan antarmuka pengguna grafis. Pengembangan Mac dimulai oleh Jef Raskin, dan diambil alih oleh Jobs. Kesuksesan Macintosh membuat Apple menelantarkan Apple II demi mengembangkan produksi Mac yang masih bertahan sampai saat ini.

Di bawah kepimimpinan Sculley, ternyata Jobs tidak menemukan keserasian. Banyak hal yang kurang sejalan antar keduanya dan juga penurunan penjualan di seluruh industri menjelang akhir 1984 yang mengakibatkan hubungan antara keduanya tidak baik hingga akhirnya pada tahun 1985 Sculley mengeluarkan Steve Jobs dari perusahaan Apple.

NeXT Computer
Keluar dari Apple, Jobs mendirikan perusahaan baru yaitu NeXT Computer yang bergerak dalam pengembangan software komputer. Produk NeXT Computer mempunyai teknologi yang tergolong sangat canggih pada waktu itu, namun seperti beberapa produk Jobs lain yang gagal (Apple Lisa), ternyata produk canggih yang ditawarkan  NeXT Computer juga kurang dilirik pasar.
Pada tahun 1996, Apple membeli NeXT seharga AS$402 juta, dan secara otomatis membawa Jobs kembali ke perusahaan yang ia dirikan. Tahun 1997 ia menjadi pemimpin sementara di Apple setelah kepergian Gil Amelio. Steve bersama rekan rekannya mengembangkan komputer dengan teknologi canggih yaitu Macintosh yang hingga kini masih dikembangkan dengan brand Apple Mac.

Dengan pembelian NeXT Computer, banyak teknologi dari NeXT diterapkan ke dalam produk buatan Apple, terutama NeXTSTEP, yang berkembang menjadi Mac OS X. Dibawah bimbingan Jobs perusahaan tersebut meningkatkan penjualannya setelah memperkenalkan iMac. iMac merupakan komputer pertama yang dijual dengan mengutamakan penampilannya.

Bulan Agustus 2011, Jobs mengundurkan diri sebagai CEO Apple. Ia akan tetap menjabat di perusahaan ini sebagai ketua dewan perusahaan. Beberapa jam setelah pengumuman tersebut, saham Apple Inc. (AAPL) turun 5% dalam perdagangan pasca penutupan. Penurunan yang relatif kecil ini, jika mempertimbangkan kepentingan Jobs terhadap Apple.


Pixar dan Disney
Pada tahun 1986, Jobs membeli The Graphics Group kemudian berganti nama menjadi Pixar dari divisi grafis komputer Lucasfilm senilai $10 juta, $5 juta di antaranya diberikan kepada Lucasfilm sebagai modal.

Jobs menjabat sebagai pejabat eksekutif Pixar Animation Studios, ia menjadi anggota dewan direktur The Walt Disney Company pada tahun 2006, setelah pengambilan alih Pixar oleh Disney. Film pertama yang diproduksi, yaitu Toy Story, membawa ketenaran dan pujian kritikus kepada studio ini dan juga namanya dicantumkan sebagai produser eksekutif dalam film Toy Story ketika dirilis tahun 1995. (Lengkap)

Meninggal Dunia

Kesehatan Jobs terus diberitakan selama beberapa tahun mengalami penurunan, dan ia melakukan cuti medis sejak Januari 2011.
Pada 5 Oktober 2011, Steve Jobs meninggal dunia di California pada usia 56 tahun setelah tujuh tahun didiagnosis menderita kanker pankreas. Jobs meninggalkan Laurene, istrinya selama 20 tahun, tiga anak mereka dan Lisa Brennan-Jobs, putri Jobs dari hubungan sebelumnya. Keluarganya merilis pernyataan yang mengatakan bahwa ia "meninggal dalam damai". Pemakaman kecil Steve Jobs dilaksanakan secara tertutup pada 7 Oktober 2011.
  
Bibliography
Kurian, S. (n.d.). Steve Jobs: A Leader Who Defied The Rule Book. IFIM Bussines School, 2.
Lengkap, B. T. (n.d.). Biografi Steve Jobs Pendiri Apple Computer. Retrieved Januari 30, 2017, from biografipedia.com: http://www.biografipedia.com/2015/06/biografi-steve-jobs-pendiri-apple-computer.html
Wahyudi, R. (2014, Oktober 6). Penyesalan Mendalam Ayah Steve Jobs. Retrieved Januari 30, 2017, from Kompas.com: http://tekno.kompas.com/read/2014/10/06/16060047/Penyesalan.Mendalam.Ayah.Kandung.Steve.Jobs






Friday, October 27, 2017

The Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women (CEDAW)

Reza Adam/ Hukum Humaniter Internasional/35.2014.51.0778

 CEDAW yang diadopsi pada tahun 1979 oleh Majelis Umum PBB, sering digambarkan sebagai undang-undang hak perempuan internasional untuk perempuan. Terdiri dari pembukaan dan 30 artikel, ini mendefinisikan apa yang merupakan diskriminasi terhadap perempuan dan merupakan agenda tindakan nasional untuk mengakhiri diskriminasi semacam itu.
Konvensi tersebut mendefinisikan diskriminasi terhadap perempuan sebagai "... perbedaan, pengecualian, atau pembatasan yang dilakukan atas dasar jenis kelamin yang memiliki efek atau tujuan untuk merusak atau meniadakan pengakuan, kesenangan atau olah raga oleh perempuan, terlepas dari status perkawinan mereka, atas Dasar kesetaraan laki-laki dan perempuan, hak asasi manusia dan kebebasan fundamental di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, sipil atau bidang lainnya. "
Dengan menerima Konvensi tersebut, Negara-negara berkomitmen untuk melakukan serangkaian tindakan untuk mengakhiri diskriminasi terhadap perempuan dalam segala bentuk, termasuk: Untuk memasukkan prinsip kesetaraan laki-laki dan perempuan dalam sistem hukum mereka, menghapus semua undang-undang yang diskriminatif dan mengadopsi yang sesuai yang melarang diskriminasi terhadap perempuan; Untuk mendirikan tribunal dan institusi publik lainnya untuk menjamin perlindungan efektif perempuan terhadap diskriminasi; dan Untuk memastikan penghapusan semua tindakan diskriminasi terhadap perempuan oleh orang, organisasi atau perusahaan.
Konvensi tersebut memberikan dasar untuk mewujudkan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dengan memastikan akses kesetaraan perempuan dan kesempatan setara dalam kehidupan politik dan publik - termasuk hak untuk memilih dan membela pemilihan - serta pendidikan, kesehatan dan ketenagakerjaan. States Parties  setuju untuk mengambil semua tindakan yang tepat, termasuk peraturan perundang-undangan dan tindakan khusus sementara, sehingga perempuan dapat menikmati semua hak asasi manusia dan kebebasan fundamental mereka. 
Konvensi tersebut adalah satu-satunya perjanjian hak asasi manusia yang menegaskan hak reproduksi perempuan dan menargetkan budaya dan tradisi sebagai kekuatan berpengaruh yang membentuk peran gender dan hubungan keluarga. Ini menegaskan hak perempuan untuk memperoleh, mengubah atau mempertahankan kewarganegaraan dan kewarganegaraan anak-anak mereka. Negara pihak juga setuju untuk mengambil tindakan yang tepat terhadap segala bentuk lalu lintas perempuan dan eksploitasi perempuan.
Negara-negara yang telah meratifikasi atau mengaksesi Konvensi secara hukum terikat untuk menerapkannya. Mereka juga berkomitmen untuk menyampaikan laporan nasional, setidaknya setiap empat tahun, mengenai tindakan yang telah mereka lakukan untuk mematuhi kewajiban perjanjian mereka.

Civil Society: Study Case of International Committee of the Red Cross (ICRC)

A.    Sejarah ICRC
Palang Merah International atau dikenal dengan International Committee of the Red Cross  (ICRC) merupakan sebuah organisasi kemanusiaan yang bergerak dibidang organisasi yang tidak memihak dan berdikari dengan bertujuan untuk menjamin perlindungan dan bantuan kemanusiaan bagi korban konflik bersenjata dan situasi kekerasan lain. ICRC melakukan aksi untuk memberikan respons keadaan darurat dan pada saat yang sama mempromosikan penghormatan terhadap hukum humaniter internasional dan implementasinya dalam hukum nasional.
Organisasi ini berdiri pada tahun 1863 yang ketika itu diadakan sebuah konferensi, dalam keputusannya mengadopsi sebuah perjanjian bernama “Konvensi Jenewa untuk Perbaikan Kondisi Korban Luka dalam Pertempuran Darat,” yaitu perjanjian pertama yang membentuk Hukum Humaniter Internasional. Perwakilan dari 12 negara dan kerajaan menandatangani konvensi ini: Baden, Belgia, Denmark, Perancis, Hesse, Italia, Belanda, Portugal, Prusia, Swiss, Spanyol, dan Württemberg.
 Pengalamannya dalam menyaksikan peperangan selama beberapa tahun. Semuanya ditulis dalam buku yang berjudul A Memory of Solferino (Kenangan Solferino). Buku ini menginspirasi para relawan dunia yang memberikan gagasan untuk mendirikan ICRC. Hasil pendirian tersebut menyebabkan dia untuk mendapatkan medali nobel pada tahun 1901.
a.      Biografi Henry Dunant
 Henry Dunant lahir di Jenewa, Swiss, putra pertama dari pengusaha Jean-Jacques Dunant dan istrinya Antoinette Dunant-Colladon. Keluarganya adalah penganut aliran Kalvin (''Calvinist'') yang taat serta mempunyai pengaruh yang signifikan di kalangan masyarakat Jenewa. Kedua orangtuanya menekankan pentingnya nilai kegiatan sosial. Ayahnya aktif membantu anak yatim-piatu dan narapidana yang menjalani bebas bersyarat, sedangkan ibunya melakukan kegiatan sosial membantu orang sakit dan kaum miskin. Sikap sosial yang tinggi juga akhirnya menimbulkan keinginan kuat dalam kegiatan kuat.
Waktu kecilnya banyak dilewati dengan masa kebangkitan kesadaran beragama yang dikenal dengan nama Réveil. Pada usia 18 tahun, dia bergabung dengan Perhimpunan Amal Jenewa (Geneva Society for Alms Giving). Pada tahun berikutnya, bersama teman-temannya, dia mendirikan perkumpulan yang disebut ”Thursday Association”, sebuah kelompok anak muda tanpa ikatan keanggotaan resmi yang melakukan pertemuan rutin untuk mempelajari Bibel dan menolong kaum miskin. Waktu luangnya dia habiskan untuk mengunjungi penjara dan melakukan kegiatan sosial (ICRC, Founding and early years of the ICRC (1863-1914), 2010).
 Pada tanggal 30 November 1852, Dunant mendirikan cabang YMCA di Jenewa. Tiga tahun kemudian, dia berpartisipasi dalam pertemuan Paris yang bertujuan membentuk YMCA menjadi sebuah organisasi internasional, dan pada tahun 1849, ketika usianya 21 tahun, Dunant terpaksa meninggalkan sekolah agama Calvin (Sekolah teologi dibawah aliran Calvin), karena prestasi akademisnya buruk. Namun la itu tidak membuatnya surut untuk terus berkarya terutama dalam bidang sosial (ICRC, Founding and early years of the ICRC (1863-1914), 2010).
B.     Misi dan Mandat
Organisasi palang merah internasional ini memiliki misi dan mandat dalam pelaksananya berdasarkan dari konvensi Jenewa 1949. Organisasi ini bersifat netral dan tidak dapat di intervensi oleh pihak manapun. Hal ini dapat dilihat dari lambangnya yang memiliki arti netral. Memiliki kantor pusat di Swiss juga menandakan bahwa independensial organisasi tersebut sangatlah terjaga. Komitmen ICRC dalam menolong korban perang merupakan salah satu pepenerapan dalam landasan hukum humaniter internasional.

Berikut adalah dasar-dasar yang digunakan setiap pergerakan ICRC (ICRC, The ICRC's mandate and mission, t.thn.)
a.       Dalam Konvensi Jenewa yang keempat dan tambahan protokol tambahan 1, menyatakan bahwa ICRC memiliki mandat khusus dalam  situasi konflik internasional, termasuk mengunjungi tawanan perang.
b.      Dalam konflik bersenjata non internasional ICRC memiliki hak kemanusiaan dam setiap tindakan mereka.
c.       Dalam situasi gangga dan ketegangan ICRC berhak mengambil inisiatif dan tindakan, terutama negara tersebut tidak mengaplikasikan hukum humaniter. Yang mana bantuan tersebut buka bermaksud untuk campur tangan terhadap urusan dalam negeri.

C.    Struktur Organisasi
a.       Majelis
Majelis juga dapat disebut komite yang bertanggungjawab mendefinisikan tujuan, pedoman, dan strategi dan mengawasi masalah keuangan ICRC. Dalam majelis ini memiliki keanggotaan maksimum 25 orang warga Swiss.
b.      Dewan Majelis
Komite ini merupakan inti dari majelis yang beranggotakan sepuluh orang dan berkumpul sepuluh kali setiap tahunnya.
c.       Presiden
Presiden adalah anggota Majelis dan pemimpin ICRC, dan presiden selalu disertakan dalam Dewan Majelis sejak pembentukannya. Presiden dibantu oleh seorang wakil presiden dalam pekerjaanya.
d.      Direktorat
Setelah ICRC berkembang dan kian terlibat secara langsung dalam konflik, terjadi peningkatan jumlah staf dengan latar belakang profesional, bukan relawan. Semuanya diatur dibawah kendali direktorat bertanggung jawab atas manajemen sehari-hari. Direktur membidangi lima bidang bagian antara lain ; Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Keuangan dan Logistik, Manajemen Komunikasi dan Informasi, Operasi, Hukum Internasional dan Kerjasama dalam Gerakan.

 


 




D.    Study Case
ICRC Delivers food to 25000 people of Rann, Nigeria
Pada hari Selasa, 24 Januari 2017, ICRC baru saja mengirimkan distribusi bahan pangan seperti nasi, kacang polong, garam, minyak, dan jagung kedelai campuran dalam quantitas persediaan selama lima minggu kepada rakyat Rann, Nigeria.
Mohammed Syekh Ali, coordinator dari keamanan ekonomi ICRC mengatakan “ Orang-orang di Rann sangat senang ketika menerima makanan tersebut. Mereka telah terisolasi oleh hujan dan kualitas jalan yang buruk dan mengalami distribusi bahan pangan yang sangat rendah sejak Juni. Pada awal Januari, kami meletakkan kantong pasir di sepanjang jalan agar truk-truk kami dapat menyeberangi jalan tersebut.” ( Mosimann & Schindler, 2017)
Permasalahan yang terjadi di Rann Nigeria adalah kekeliruan pengeboman pesawat militer Nigeria terhadap kamp pengungi yang terletak di daerah Rann, yang memang terletak dengan perbatasan Kamerun. Target yang sebenarnya ingin dituju oleh pesawat militer Nigeria adalah kelompok militan Boko Haram. (BBC, 2017)
Dari studi kasus tersebut, terlihat bahwa ICRC mengirimkan bahan pangan makanan terhadap kamp pengungsi Rann di Nigeria secara langsung, dan  Sasaran yang dituju oleh ICRC adalah masyarakat langsung. (Allbritton, 2017)
Perlu diketahui pula mengapa kami mengambil ICRC sebagai salah satu contoh dari civil society adalah karena ICRC itu adalah sebuah organisasi Hybrid. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa awal mula berdirinya ICRC sendiri dapat dikatakan sebagai non- governmental organization (NGO), tetapi mengikuti perkembangan global kontemporer,dimana acap kali terjadi sebuah konflik bersenjata internasional, ataupun konflik lainnya, maka masyarakat internasional sekiranya membutuhkan sebuah instansi internsional yang bergerak dalam hal meminimaslisir konflik ataupun membantu korban konflik, dan hal tersebut telah termuat dalam beberapa konvensi jenewa yang memang hamper seluruh Negara di dunia meratifikasi konvensi tersebut, yang berarti ICRC  itu bergerak atas mandate internasional yang telah diratifikasi. Maka dapat dikatakan bahwa ICRC juga merupakan sebuah Inter-Governmental Organizations (IGO). (Rona)
Menurut Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Civil Society atau masyarakat madani adalah “sector ketiga” dari pemerintah dan bisnis. Terdiri dari organisasi masyarakat madani, dan organisasi non-pemerintah. Masyarakat madani sendiri adalah masyarakat yang beradab dan bernilai, yang membangun dan memaknai kehidupannya. (Nations)














Bibliography

Mosimann, A. M., & Schindler, E. (2017, January 24). Nigeria: ICRC Delivers Food to 25000 People of Rann. Retrieved January 24, 2017, from International Committee of the Red Cross: https://www.icrc.org/en/document/nigeria-icrc-delivers-food-25000-people-rann
Allbritton, C. (2017, January 17). CIVIC Statement on Bombing in Rann, Nigeria. Retrieved January 17, 2017, from Center of Civilians in Conflict: http://civiliansinconflict.org/resources/pr/civic-statement-on-bombing-in-rann-nigeria
BBC. (2017, Januari 19). Pesawat militer Nigeria keliru menjatuhkan bom di kamp pengungsian.
ICRC. (2010, May 5). Founding and early years of the ICRC (1863-1914). Retrieved from International Committee of the Red Cross: https://www.icrc.org/eng/who-we-are/history/founding/overview-section-founding.htm
ICRC. (n.d.). Governance. Retrieved from International Committee of the Red Cross: 3https://www.icrc.org/en/who-we-are/the-governance
ICRC. (n.d.). The ICRC's mandate and mission. Retrieved from International Committee of the Red Cross: https://www.icrc.org/en/mandate-and-mission
Indonesia, I. (n.d.). Tentang ICRC. Retrieved from ICRC Blog Indonesia: http://blogs.icrc.org/indonesia/tentang-icrc/
Nations, U. (n.d.). Civil Society. Retrieved from United Nations: http://www.un.org/en/sections/resources/civil-society/index.html
Rona, G. (n.d.). The ICRC's status: in a class of its own. Retrieved 02 17, 2004, from International Committee of the Red Cross: https://www.icrc.org/eng/resources/documents/misc/5w9fjy.htm



                    

Critical Review What the World Needs Now

Diakhir tahun 1999 ketika para rakyat berkumpul mengadakan unjuk rasa di depan gedung World Trade Center (WTO). Di saat bersamaan dilaksanakan rapat penting yang akan memutuskan sebuah kebijakan tentang jalannya kebijakan ekonomi dunia, yang saat itu dunia mulai menuntut sebuah pembebasan dari segala pengawasan yang mengekang sebelumnya. Dalam kurun beberapa hari berbagai media melakukan peliputan aksi demo yang dilakukan oleh para pekerja buruh yang ingin mempertahankan pekerjaan mereka dari pemecatan.
Kejadian ini sejatinya bukan murni karena perilaku sebuah organisasi internasional seperti WTO yang bekerja sendiri. Namun sebuah proses alami yang dilakukan setiap negara berkuasa dalam melaksanakan politik domestik mereka. Sehingga oleh Florini dan Simmons hal ini dikatakan sebagai proses yang sangat alami, ketika sebuah pemerintahan dan perusahaan  (MNC) melakukan kerja sama sebuah kegiatan yang menyebabkan munculnya kebijakan baru.
Partisipasi gerakan aktor non negara (non State actor) ikut mencuat. Media cetak seperti koran dan majalah ikut meliput peristiwa tersebut, bahkan para pakar pun ikut menuliskan karya ilmiah mereka dalam jurnal. Beberapa peristiwa yang menunjukkan peranan aktor non negara:

1.      Setiap tahun aktor non negara selalu menyerukan adanya transparansi keuangan di setiap negara, demi tercegahnya korupsi. Hal ini dilakukan agar memacu setiap negara menjadi lebih baik dalam memerangi tindakan korupsi.
2.      Seruan larangan akan bahaya nuklir yang dilakukan dengan kampanye damai. Hal ini dilakukan demi terciptanya larangan pembangunan dan penciptaannya. Sebelumnya banyak usaha dilakukan untuk pembentukan larangan nuklir, namun banyak yang akhirnya terbungkam. Di tahun 1996, 136 negara menandatangani kesepakatan Comprehensive Test Ban Treaty.
3.      Di abad ke-21 banyak negara di dunia melakukan konstruksi bendungan di sejumlah sungai, untuk mencukupi kebutuhan air penduduk. Demi mendukung hal tersebut masyarakat Trans  global membuat komisi yang bernama World Comission on Dams.
4.      Gerilyawan penentang negara, seperti kelompok Zapatitas di Meksiko.
5.      Pada Desember 1977, 122 negara menyepakati terbentuknya larangan kegiatan penambangan.
Dari semua peranan yang tertulis sebelumnya, memunculkan sebuah pertanyaan seberapa besar manfaat akan peranan aktor non negara dalam menyelesaikan permasalahan global yang saat ini sedang melanda.

Namun dunia saat ini telah terbantu dengan pesatnya revolusi informasi. Perkembangan ekonomi global berambang pesat, sehingga masyarakat global semakin terbantu dalam akses informasi. Memudahkan segala regulasi global yang sebelumnya sangatlah rumit dikarenakan mudahnya akses informasi global.

Dalam artikel ini disebutkan akan Global Conscience, yang menunjukkan akan ketentuan berperilaku dalam masyarakat global. Mengisi kekosongan antara kebutuhan dan solusi yang dimiliki dalam sebuah permasalahan. Sehingga memunculkan tiga pertanyaan bagaimana peranan masyarakat transnasional dalam tatanan global? Bagaimana Keberlanjutan pengaruh tersebut? Apa yang diinginkan dari pengaruh tersebut?

Di akhir artikel Thomas Risse menjelaskan tentang permasalahan yang terjadi akibat berkembangnya masyarakat transnasional diantaranya transformasi dinamika hak asasi manusia, dan tata krama  sebuah pemerintahan.

Gerakan Transnasional dan Keputusan Trump
Setelah ,elewati abad ke-20 yang penuh dengan huru-hara yang dilewati dengan Perang Dunia 1, Perang Dunia 2, hingga Perang Dingin yang dihadapi dengan perlawanan ideologi dari keduabelah pihak yaitu dunia timur atau yang berhaluan komunis. Namun semua itu tidak berjalan mulus ketika diakhir abad sebelum menuju pergantian milenium, yang ditutup dengan krisis keuangan dan bangkrutnya beberapa negara.
Seperti dalam paragraf sebelumnya yang digambarkan dengan kekuatan gabungan dari lapisan masyarakat global mulai ikut menggerakkan. Dalam artikel Foreign Policy yang menuliskan bahwa para pengamat mulai memprediksi bahwa partisipasi masyarakat mengglobal saat ini sangatlah berperan, seperti ketika runtuhnya tembok Jerman yang melibatkan banyak rakyat sipil dalam penghancurannya, atau peristiwa reformasi pemerintahan di Indonesia yang diikuti oleh mahasiswa.
Namun ketika Donald Trump terpilih menjadi presiden banyak kebijakan yang dia ungkapkan dan merugikan beberapa golongan masyarakat. Seperti lapisan masyarakat islam yang mulai mendominasi di Amerika, bahkan isu imigran Amerika Latin mula diungkit kembali yang diangap melukai perasaan masyarakat sipil. Usaha untuk mengunggulkan ras yang dipimpin oleh Trump terhadap golongan kulit putih menjadikan pelemahan dalam kemajuan pergerakan masyarakat global.
The Nature of the Beast
Awalnya, terlihat sangat  ganjil memang bahwa masyarakat transnasional kemudian dapat memnepngaruhi kedaulatan sebuah Negara ataupun sebuah perusahaan kaya.  Hal tersebut sangat relevan dengan apa yang diungkapkan oleh Thomas L. Friedman (Friedman) dengan teori dunia datar; yaitu pembagian globalisasi menjadi tiga fase;
1.       Globalization 1.0.
Bermula dari penemuan dunia pada tahun 1492 oleh Colombus hingga kisaran tahun 1800-an. Sang penulis mengatakan bahwa pada saat era ini dunia mengecil dan flateners (pendataran, atau penyebaran) adalah sebuah usaha guna mendominasi  dan memberikan pengaruh terhadap dunia. Era ini menopang pada penggunaan sumber daya alam (SDA) seperti kekuatan angin, dan tenaga kuda.
2.      Globalization 2.0.
Periode antara kurun waktu 1800 dan 2000, dimana dunia kembali menjadi semakin mengecil. Era ini merupakan era kalahiran bagi perusahaan multinasional dalam mengembangkan usahanya secara global demi tujuan pasar, pekerjaan, dan SDA.  Era ini merupakan sebuah era dengan perkembangan teknologi seperti kereta api, telepon genggam, computer, dll. Yang menghubungkan interkoneksi dunia.
3.      Globalization 3.0.
Era ini bermula pada kisaran abad ke-21, dimana dunia semakin menjadi kecil dan mengecil.  Jika dalam kedua fase globalisasi sebelumnya, sebuah perkembangan globalisasi terjadi dengan dimotori oleh Negara, perusahaan multinasional, maka pada fase ini semua perkembangan tersebut dimotori oleh individu. Individu hanya dengan menggunakan perangkat lunak dalam elektronik dan internet. Dalam internet, seorang individu dapat dengan mudahnya mendapatkan dan menyebarkan sebuah inofrmasi dan pengetahuan, hanya dengan satu sentuhan pada mouse (perangkat computer).
Relevansi yang terjadi adalah dengan fase ketiga dari globalisasi, dimana suatu individu dapat dengan mudahnya mendapatkan informasi serta menyebarkan sebuah informasi. Hal tersebut sangat relevan dengan kegiatan dari masyarakat transnasional, yaitu sebuah advokasi, ataupun kegiatan lainnya. Masyarakat transnasional dapat dengan mudahnya membuat sebuah jaringan antar mereka dan melakukan koordinasi dengan mudahnya. Masyarakat transnasional dalam membentuk jaringannya tidaklah berlandaskan dari sebuah kepentingan pribadi, melainkan sebuah nilai yang ada. Nilai tersebut dapat sesuai atas apa yang sekiranya terjadi dalam dunia global. Misalnya mungkin, dalam hal kampanye akan meningkatkan sebuah kesadaran akan hak asasi manusia, sekuritisasi, dan lain sebagainya.
Pada halaman 7 paragraf ke-4, dikatakan bahwa gerakan masyarakat transnasional di daerah afrika dan timur tengah sangat kurang jika dibandingkan dengan pergerakaan masyarakat transanional di belahan dunia lainnnya seperti amerika ataupun eropa. Hal tersebut bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh Pascal Menoret (Menoret, 2016) bahwa gerakan masyarakat transnasional yang terjadi di Saudi Arabia sangatlah signifikan dan berpengaruh terhadap dunia internasional, yaitu sebuah pergerakan masyarakat transnasional dari kelompok Islam Sunni  dari Mesir, Syria, Iraq, India, dan Yaman yang kemudian menyebabkan peristiwa Arab Spring.
Gerakan yang didasari oleh non-pemerintah ataupun gerakan transnasional dengan mudahnya menyebar dan menjamur. Peran dari gerakan tersebut kadang kala saling tindih menindih antara kepemerintahan dan non- pemerintah.  Gerakan transnasional tersebut dapat dengan mudahnya menjamur karena memang ia banyak bergerakan dalam kampanye, seperti halnya bentuk pergerakan peduli kemanusiaan, yang acap kali membentuk sebuah proyek-proyek di sebuah desa miskin.
Definisi dari masyrakat transnasional memiliki tiga bagian; yang pertama yakni sebagai masyarakat sipil yang bersifat non-pemerintah, dan tentunya tidak mencari sebuah keuntungan seperti perusahaan multinasional. Kedua, merupakan sebuah transnasional, yaitu jaringan yang melewati batas wilayah Negara, dan yang ketiga adalah memiliki bentuk yang bervariasi, seperti gerakan yang memang berasal dari individu, ataupun peran dari koalisi non-pemerintah atas kampanye internasional terhadap larangan bom ranjau.
Long Tradition
Gerakan masyarakat transnasional merupakan sebuah tradisi lama. Pembahasan tersebut sering kali dikatakan bermula pada kisaran tahun 1990- an. Pda hakikatnya, peran dari masyarakat transnasional terhadap global itu telah bermula beberapa abad yang lalu, bahkan dapat dikatakan bahwa gerakan tersebut setua dengan keagamaan. Salah satu dari penulis mengatakan bahwa pada zaman dahulu, komunitas beragama seperti sufi, misionaris katolik, bahkan pencarian praktik suci oleh biarawan Buddha merupakan sebuah gerakan masyarakat transnasional.
Organisasi agamis merupakan motor utama dalam gerakan masyarakat transnasional terhadap kampanye pemberhentian perbudakan di abad ke-19. Perbudakan tersebut berhenti bukan karena pihak yang melakukan perbudakan sadar, melainkan mereka menuai protes dari komunitas protestant. Tidak dapat dipungkiri bahwa peran dari komunitas agamawan yang melopori akan kebijakan untuk mengakhiri perbudakan tersebut, karena paham agama yang memandang perilaku tersebut meupakan sebuah tindakan yang tidak bermoral.
Isu perbudakan bukanlah isu pertama dalam sejarah gerakan masyarakat transnasional. Pada tahun 1800- an, sebuah kelompok perdamaian dari Eropa dan Amerika banyak mempengaruhi sebuah kebijakan dalam konferensi perdamaian internasional. Pemerintah mulai menerapkan untuk memberi perintah terhadap perangkat non-pemerintah yang memang ahli dalam bidangnya untuk menjadi delegasi dalam sebuah konferensi internasional. Hal tersebut juga merupakan motor dari terbangunnya International Committee of Red Cross (ICRC). Kegemilangan dari gerakan masyarakat transnasional sangat berkembang pesat sekali. Khususnya pasca perang dunia kedua, dimana tercatat lebih dari 15.000 kelompok dari masyarakat transnasional.


How do they do it?
Standar hubungan internasional memiliki susunan hierarki atas peringkat instrument power; pasukan militer, sumber daya ekonomi, dan tingkatan terakhir adalah yang dikenal dengan “Soft Power” yaitu otoritas moral atau kekuatan persuasi. Dalam hubungan internasional pula, terdapat tiga aktor internasional; Negara, sektor swasta, dan masyarakat sipil - yang mana mereka memiliki kredibilitas sendiri dalam menggunakan kekuatan instrumen tersebut.  Negara memiliki kontrol akan kekuatan militer dan sumber daya ekonomi, begitu pula terhadap persuasi publik. Hal tersebut sama halnya dengan sektor swasta, tetapi tidak sepenuhnya dalam hal kekuatan militer. Sedangkan masyarakat sipil mereka tidak memiliki akses penuh dengan kedua tingkatan teratas dalam instrumen kekuatan, tetapi mereka memiliki kekuatan dalam hal persuasi dan otoritas moral, yang dimana menurut saya sangatlah sakramen.
Gerakan masyarakat transnasional bergerak dalam membentuk sebuah pendangan dan kebijakan, atas tindakan apa yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah ataupun pihak yang berkepentingan. Masyarakat transnasional berusaha membentuk pola mereka dengan dua cara;
1.      Secara langsung, yaitu dengan persuasi secara langsung kepada pembuat kebijakan ataupun pebisnis untuk merubah pikiran mereka dan melakukan tindakan yang seharusnya.
2.      Tidak langsung, yaitu dengan mengubah pandangan publik tentang apa yang harus dilakukan oleh pemerintah ataupun pebisnis yang berkepentingan.

Peran dari pergerakan masyarakat transnasional sangat sakramen dalam berputarnya dunia global ini. Seperti yang dikatakan oleh Mohammed Ayoob (Ayoob, 2002) bahwa tantangan terbesar dari dunia internasional saat ini adalah adanya sebuah intervensi non-pemerintah ataupun gerakan dari masyarakat transnasional. Kedaulatan sebuah Negara dapat terancam dengan adanya intervensi dari pihak-pihak tersebut, terlepas dari intervensi yang baik ataupun buruk.